Nilai Tertinggi Abdya, Bupati: Penetapan KEK Diperlukan Kerja Cerdas

Kiri Ketua MPW ISMI Aceh Nurchalis, dua dari kiri Waketum MPP ISMI M Suaidy Masud, tiga dari kiri Sekjen MPP ISMI Juliana Wahid, tiga dari kanan Bupati Abdya Akmal Ibrahim, dua dari kanan Koordinator Tim Akselerasi Sisca Andri Yudi Hermawan, kanan Sekretaris MPW ISMI Aceh Hasdiana. (Foto: analisaaceh.com/Armiya)

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim, SH menyebutkan Plt Gubenur Aceh Nova Iriansyah telah tepat melakukan tindakannya yakni mempromosikan Aceh terkait dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah Barat Selatan Aceh (Barsela).

Akmal mengaku, hingga saat ini ketiga kabupaten yakni Kabupaten Abdya, Nagan Raya dan Aceh Jaya masih tahap pengusulan dan belum memasuki tahap keputusan daerah mana yang dipilih. Namun demikian, lanjut Akmal, pengusulan Abdya mendapatkan nilai tertinggi.

“Nilai tertinggi Abdya, nomor dua Aceh Jaya dan nomor tiga Nagan Raya,” kata Akmal pada acara silaturrahmi dengan rombongan Majelis Pengurus Pusat Ikatan Saudagar Muslim Se-Indonesia (MPP-ISMI) dalam rangka menyambut Surin Industri Smart City Abdya (SISCA) menuju KEK halal Barsela di Caffe Nongkrong Blangpidie. Sabtu, (19/10/2019).

Baca Juga: Putra BJ Habibie Komit Bantu KEK Syariah Surin Abdya

Kata Bupati, dalam Konteks KEK ini diperlukan kerja cerdas dan berfikir jauh kedepan. Ia berharap semua elemen masyarakat dapat menjual (mempromosikan) Abdya dan bukan malah meracuninya dengan berpikir pesimis.

Dikesempatan itu, ia mengaku sedih melihat kebiasan atau kecendrungan sebagian masyarakatnya lantaran tidak berbicara optimis dan selalu berbicara yang jelek-jelek.

“Lucu saya lihat, ini salah, itu salah. Kenapa kalian tidak mempromosikan negeri kalian, kenapa yang kalian bicarakan yang jelek-jeleknya saja. Bukan tidak boleh bicara jelek, boleh, tapi kalau yang baik promosikan juga,” ujarnya.

Baca: Sambut SISC, Bupati Abdya Harap Saling Beri Kebaikan dalam Dukung KEK

Lanjutnya, anak muda kini mengeluhkan terkait lapangan kerja, kata Akmal, ketika diciptakan lapangan kerja kontroversi. Dalam kasus KEK ini, sambungnya, promosikan lah yang bagus. Saya sebagai pemimpin, katanya, juga ingin selamat dunia dan akhirat.

“Jangan iri, orang yang iri kepada orang yang lebih hebat itu intinya dia tidak mampu. Nah Abdya sudah of the track, baik dalam mempersiapkan diri. Kalau cuma ekspor CPO, Sopin sudah puluhan tahun ekspor CPO dari Pulau Kayau, Abdya. Namun kita harus terus mempersiapkan diri lebih baik lagi dan berpikir optimis,” imbuhnya.

Baca: Akmal Pertemukan ISMI dengan SSIC di Lama Tuha Abdya

Lanjutnya, Calang Alhamdulillah sudah bisa ekspor, kita dukung, begitu juga dengan Nagan Raya. Kalau misalnya Nagan hebat tentu kita dukung, tapi satu kata kunci yang harus kita tanamkan dalam diri kita masing-masih bahwa kita tidak boleh kalah hebat dengan orang lain, jangan kecilkan api orang, tapi besarkan api kita sendiri.

“Itu cara berpikir yang positif. Nah kita jangan terpancing dengan olok-olokan itu. Orang bicara menurut referensi dan potensi. Jual lah kebaikan Abdya dan jangan terus menjadi orang yang mencacimaki negeri sendiri karena KEK ini sifatnya jangka panjang,” ungkapnya.

Ia mengaku sedih tentang Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berlokasi di Babahrot Abdya lantaran adanya anggapan bahwa jika PKS tersebut berdiri orang yang paling menguntungkan adalah dirinya.

Baca: BI Perwakilan Aceh Terima Kunjungan SISC Abdya

“Jika itu berdiri setidaknya 100 sampai dengan 200 tenaga kerja akan tertampung. Kalian jangan berpikir tentang nasip saya, saya sebelum jadi bupati memang sudah enak, tapi pikirlah nasip anda dan nasip masa depan masyarakat. Sekali lagi saya berharap dukungan positif dari semua pihak terkait KEK ini.” Harapnya.