Categories: NEWSPARLEMENTRIA

Pandemi Corona, Anggota DPRA Minta Pemerintah Aceh Berikan Insentif untuk Tenaga Medis

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Anggota DPRA Komisi V, Muslim Syamsuddin, ST, MAP, meminta Pemerintah Aceh agar menambah insentif bagi tenaga medis dalam upaya menanggulangi Virus Corona atau Covid 19 yang kini naik status jadi pandemi. Pemerintah kabupaten / kota juga diminta memenuhi standar alat kesehatan di rumah sakit atau Puskemas yang ada di Propinsi Aceh.

“Kami minta kepada Pemerintah Aceh supaya memberi insentif kepada seluruh tenaga medis yang saat ini berjuang memerangi pandemi Corona Virus di Aceh. Meskipun belum ditemukan kasus positif di Aceh, namun tenaga medis sudah bekerja maksimal dalam upaya pencegahan,” kata Muslim dalam siaran persnya, Sabtu (21/3/2020).

Muslim Syamsuddin menyebutkan, wabah virus Corona yang melanda dunia saat ini merupakan sebuah bencana dan sudah berstatus pandemi (global), sebagaimana yang telah ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia, WHO (World Health Organization).

Menurut Muslim, orang pertama yang paling rentan terjangkit virus Corona adalah tenaga medis yang menangani pasien Corona. Tenaga medis berpotensi terpapar oleh virus Corona. Untuk itu, Muslim meminta Pemerintah Aceh mengambil langkah strategis agar dapat meningkatkan perlindungan terhadap semua tenaga medis yang menangani pasien Corona, termasuk dengan cara menambah insentif.

“Saya pikir, perlu perlindungan khusus terhadap tenaga medis yang menangani pasien terkait virus Corona, ini tidak berlebihan. Sebelumnya Bapak Presiden juga sudah menginstruksikan agar setiap tenaga medis mendapat perlindungan maksimal” tutur Muslim.

Selain memberi insentif kepada tenaga medis, anggota DPRA yang menangani bidang kesehatan ini juga meminta Pemerintah Aceh agar terus melakukan sosialisasi terkait pencegahan dan penyebaran virus Corona. Sosialisasi kepada masyarakat, harus mengikuti langkah-langkah yang telah ditetapkan WHO.

“Mencegah itu lebih baik daripada mengobati, maka karenanya antisipasi sedini mungkin dengan sering mencuci tangan, terapkan social distancing, tidak menyentuh areal wajah dengan tangan yang tidak higienis, gunakan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan hidung, jangan ragu untuk mendapatkan penanganan medis dan tingkatkan imunitas daya tahan tubuh” kata Muslim.

Muslim menambahkan, sebagai umat Islam, kita diwajibkan bertawakal dan tidak phobia dengan isu Corona, segala sesuatu sudah menjadi ketentuan azali. Namun demikian, kita dituntut untuk berusaha sebagaimana diperintahkan dalam agama.

“Menghadapi penyakit wabah seperti ini bukan hal baru, jauh sebelumnya, Rasulullah Muhammad Saw juga pernah memberi contoh teladan kepada para sahabatnya dalam menghadapi penyakit menular, salah satunya social distancing itu adalah caranya nabi” ujar Muslim.

Muslim juga mengutip hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang menerangkan tentang penyakit wabah. “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.”

Hadis Nabi tersebut, jelas Muslim, memberi isyarat dan pelajaran kepada kita untuk berusaha melakukan pencegahan dan menghindari dari wabah penyakit menular, seperti Pandemi virus Corona.

Pada kesempatan itu, Muslim juga sempat menyentil Pemerintah Aceh saat ini, yang belum maksimal dalam menangani pencegahan Pandemi Virus Corona.

“Saya menilai Pemerintah Aceh belum serius menangani pencegahan penyebaran wabah virus Corona. Sebagai bukti, seharusnya pemerintah saat ini dapat membagi masker gratis kepada masyarakat, namun sangat disayangkan, jangankan masker gratis, untuk membeli saja, masyarakat masih susah mendapatkannya, alias langka” demikian Muslim.

Editor : Desriadi Hidayat

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Diduga Gelapkan Sepmor Yamaha NMAX Milik Warga Kuala Batee, Pria Asal Babahrot Abdya Ditangkap Polisi di Nagan Raya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) seorang…

19 jam ago

Kelas Darurat SDN 10 Linge Aceh Tengah Mulai Digunakan, Sebagian Siswa Tak Lagi Belajar di Tenda

Analisaaceh.com, Aceh Tengah | Sebagian siswa SD Negeri 10 Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kini tidak…

20 jam ago

Bupati Safaruddin Sentil Kontribusi Dua Anggota DPRA Asal Abdya, Pastikan Tak Ada Pokir di APBK 2027

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, menegaskan komitmen pemerintah daerah mendorong pemerataan…

22 jam ago

Diduga Sopir Mengantuk, Pikap Tabrak Pembatas di Tol Sigli–Banda Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sebuah mobil pikap Isuzu Traga bernomor polisi BL 8235 DN mengalami…

22 jam ago

Safaruddin Launching My-Tirta Abdya, Perumdam Klaim Pertama di Aceh Masuk Play Store

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin melaunching aplikasi My-Tirta Abdya milik Perusahaan…

2 hari ago

Bupati Safaruddin: Perusahaan Tambang dan PMKS yang Abaikan CSR Akan Dibekukan Izin dan Diusir dari Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, mengeluarkan ultimatum keras kepada seluruh perusahaan…

2 hari ago