Categories: NEWS

Pemangkasan JKA Dinilai Berisiko Tanpa Data Akurat

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Rencana Pemerintah Aceh memangkas jumlah penerima Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) mulai Mei 2026 menuai sorotan. Kebijakan yang bertujuan menekan beban anggaran ini dinilai berisiko jika tidak didukung akurasi data penerima yang memadai.

Program JKA yang telah berjalan sejak 2010 itu kini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) berbasis desil untuk menentukan kelompok penerima subsidi. Namun, penggunaan skema ini dinilai masih menyimpan persoalan di lapangan.

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Aceh, Yulizar Kasma, meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut. Menurutnya, klasifikasi desil berpotensi tidak tepat sasaran.

“Masih banyak kasus masyarakat mampu justru masuk desil rendah, sementara yang miskin berada di desil tinggi. Ini berbahaya jika langsung dijadikan dasar pemangkasan,” kata Yulizar, Rabu (29/4/2026).

Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar itu menegaskan, kesalahan data bisa berdampak serius terhadap akses layanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Ia bahkan mengingatkan potensi risiko dalam kondisi darurat seperti bencana yang dapat mengubah kondisi ekonomi masyarakat secara cepat.

“Bisa saja saat terjadi bencana, jumlah masyarakat miskin meningkat, tetapi data belum diperbarui. Ini berisiko pada akses layanan, bahkan bisa berdampak fatal,” ujarnya.

Yulizar juga menyoroti minimnya transparansi status desil di masyarakat. Banyak warga, kata dia, tidak mengetahui posisi mereka hingga berpotensi ditolak saat mengakses layanan kesehatan.

Karena itu, ia mendorong validasi data dilakukan secara berjenjang hingga tingkat gampong dengan indikator yang jelas dan terbuka.

“Jangan sampai masyarakat baru tahu saat berobat bahwa mereka tidak lagi masuk kategori penerima,” katanya.

Selain itu, ia turut menyinggung rencana penyesuaian iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tingkat pusat. Jika kebijakan tersebut diterapkan, kelompok desil menengah ke atas berpotensi menanggung kenaikan iuran, yang turut berdampak pada peserta JKA.

Ia menghitung, dengan iuran kelas III sebesar Rp42.000 per orang per bulan untuk sekitar 1,3 juta jiwa, kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp655,2 miliar per tahun.

“Artinya, total pembiayaan JKA masih di bawah Rp1 triliun seperti sebelumnya. Efisiensi bisa dilakukan dengan memperbaiki data, bukan sekadar memangkas penerima,” ujarnya.

Yulizar juga mengusulkan agar Pemerintah Aceh mengkaji alternatif pengelolaan JKA secara lebih mandiri, termasuk kemungkinan skema pembiayaan berbasis kebutuhan layanan.

Menurutnya, prinsip utama program jaminan kesehatan daerah harus tetap menjamin akses layanan bagi masyarakat miskin tanpa terhambat persoalan data dan administrasi.

“Efisiensi penting, tapi jangan sampai mengorbankan hak dasar masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan,” pungkasnya.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Derita Infeksi Jantung, Anak Yatim di Abdya Butuh Biaya ke RSUDZA Banda Aceh

Analisaaceh.com, Blangpidie | Nasib pilu dialami Salakun (15), seorang remaja yatim asal Gampong Ie Mirah,…

17 jam ago

Dek Fadh Sampaikan Enam Persoalan Pertanahan Aceh ke Komisi II DPR RI

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh menyampaikan enam persoalan strategis…

17 jam ago

2 Terduga Curanmor di Banda Aceh Ditangkap, Polisi Dalami Rencana Penjualan ke Pulau Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Polisi menangkap dua pria yang diduga terlibat pencurian sepeda motor di…

2 hari ago

TVRI Rumahkan 17 Kontributor di Aceh, 4 Organisasi Pers Keluarkan Pernyataan Sikap

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Empat organisasi pers di Aceh, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi…

2 hari ago

Jejak Intelektual Syekh Yusuf dan Abdurrauf As-Singkili Dikaji di Banda Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Jejak intelektual Syekh Yusuf al-Makassari dan ulama Aceh, Syekh Abdurrauf as-Singkili,…

2 hari ago

Wartawan Banda Aceh Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sejumlah wartawan di Kota Banda Aceh menggelar doa bersama untuk keselamatan…

5 hari ago