Polemik Besi Tua eks AAF Disampaikan pada Rapat Paripurna DPRA

Suasana rapat paripurna DPRA di kantor gedung dewan terhormat di jalan Tgk Daud Beureueh, Kuta Alam, Banda Aceh, Senin malam (14/10).

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Polemik seputar penjualan besi tua atau scrap milik PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) yang akan dilelang oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sampai juga pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh di Banda Aceh.

Penjualan besi tua menjadi polemik, setelah masyarakat lingkar perusahaan meminta dihibahkan scrap tersebut. Tak disahuti manajemen, perwakilan pemuda bahkan melakukan demonstrasi beberapa jilid.

Terbaru, direksi PT PIM yang seyogyanya menggelar pertemuan dengan Forum Pemuda Dewantara (Forpemda) pada Kamis, 10 Oktober lalu, gagal. Kegagalan pertemuan, karena manajemen PIM menolak dalam pertemuan itu diikuti oleh seorang anggota DPRA dan 2 anggota DPRK Aceh Utara.

Kegagalan pertemuan hingga meruncingnya persoalan scrap ini kembali disuarakan. Kali ini anggota DPRA Muslim Syamsuddin menyampaikan interupsi sesaat setelah pimpinan rapat menetapkan susunan perangkat fraksi di DPRA.

Dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Muslim membenarkan menyampaikan aspirasi masyarakat lingkungan perusahaan di Kecamatan Dewantara, Kab. Aceh Utara yang meminta dihibahkan scrap eks PT AAF yang telah diakuisisi oleh PT. PIM.

“Benar, saya telah sampaikan tuntutan warga lingkungan kepada pimpinan DPRA agar memediasi pertemuan dengan masyarakat lingkungan PT. PIM,” kata Muslim melalui sambungan telpon, Selasa (15/10).

Menurut Muslim, aspirasi masyarakat ini harus ditampung agar tidak terjadi konflik antara manajemen dan masyarakat sekitar. Dari informasi yang dia dapat, kata Muslim, masyarakat akan kembali menggelar demo besar-besaran menindaklanjuti mandeknya pertemuan pada edisi sebelumnya.

“Dan setelah saya serahkan kepada pimpinan dewan surat tuntutan yang ditandatangani keuchik setempat, perwakilan pemuda dan LSM, saya sudah dihubungi oleh manajemen PIM,” kata Muslim.

Manajemen PT PIM, kata Ketua Partai SIRA Aceh Utara ini, meminta waktu bertemu dengan masyarakat Dewantara yang difasilitasi oleh pimpinan DPRA.

“Insya Allah nanti malam pertemuan itu akan digelar di ruang Banggar DPRA. Mohon doa, agar pertemuan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang memuaskan” demikian Muslim.