Categories: NEWS

Polres Pidie Tangkap Pelaku Pengoplosan Beras di Grong-Grong

Analisaaceh.com, Sigli | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie menangkap seorang pria berinisial BH (43), warga Gampong Lam Baet, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, yang diduga terlibat dalam praktik pengoplosan beras.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, melalui Kasat Reskrim AKP Dedy Miswar, S.Sos., MH., membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut BH diamankan atas dugaan melakukan praktik curang dalam distribusi bahan pokok beras, yang berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Penangkapan dilakukan pada Senin, 4 Agustus 2025, sekitar pukul 10.30 WIB di sebuah pabrik padi yang sudah tidak beroperasi di Gampong Daka, Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie.

“Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas pengoplosan beras di lokasi tersebut,” ujarnya dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (6/8/2025).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Tipidter Satreskrim Polres Pidie yang dipimpin Kanit Tipidter Ipda Ade Andra, S.Tr.K., segera bergerak ke lokasi. Di tempat kejadian, petugas mendapati BH tengah melakukan aktivitas mencurigakan. Pelaku beserta sejumlah barang bukti kemudian diamankan.

Barang bukti yang disita meliputi satu unit mobil Toyota Kijang pick-up berwarna hitam, satu mesin jahit karung beras merek Newlong, tiga gulung benang nilon berwarna merah putih, satu gulung benang nilon berwarna hitam, serta satu unit timbangan merek Fit berwarna abu-abu.

“Kemudian 25 karung beras merek Cap Udang dengan berat masing-masing 15 Kg, dua karung beras merek SU (Simpang Utue) berat 5 Kg, dua karung beras tanpa merek seberat 50 Kg, 27 karung kosong bermerek LG produksi Kilang Padi ERIDA, 15 karung kosong Merk Yusima serta satu lembar terpal warna biru,” sebutnya.

Dari hasil interogasi awal, diketahui bahwa BH memperoleh 50 karung beras merek LG dari Kilang Padi ERIDA di Gampong Sumboe Buga, Kecamatan Peukan Baro, yang kemudian dicampur dengan beras keliling hasil pembelian dari petani.

“Beras hasil oplosan tersebut lalu dikemas ulang ke dalam karung bermerek Cap Udang dan SU untuk dijual kembali ke wilayah Aceh Besar,” ungkap Kasat Reskrim.

Saat proses penggeledahan, polisi turut didampingi oleh Geuchik Gampong Daka, Muhammad Saleh. Kemudian BH dibawa ke Mapolres Pidie beserta barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, Tersangka BH dijerat dengan Pasal 62 jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan f Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Kami tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku usaha nakal yang memanipulasi barang konsumsi masyarakat. Masyarakat kami imbau agar proaktif melaporkan jika menemukan praktik serupa di lingkungannya,” pungkasnya.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Kesiapan Menikah Jadi Perhatian, BKKBN Aceh Perkuat Program Keluarga

Analisaaceh.com, Banda Aceh | BKKBN Aceh terus mendorong penguatan pembangunan keluarga melalui sejumlah program prioritas,…

2 hari ago

Kabel Menjuntai di Perkantoran Abdya,Kadis Kominsa Abdya: Jika Tak Ditangani, Kami Ambil Sikap Tegas

Blangpidie - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengancam akan…

2 hari ago

Diduga Cabuli Dua Anak, Pria 59 Tahun Ditangkap di TPI Lampulo

Analisaaceh.com. Banda Aceh | Seorang pria berinisial NSR (59), warga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh,…

2 hari ago

Tekanan Ekonomi hingga Bullying, FUAD UIN SUNA Bahas Ketahanan Mental Generasi Muda

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Tekanan ekonomi, dinamika politik, perundungan, hingga tantangan era digital menjadi sejumlah persoalan…

2 hari ago

Inflasi Aceh 5,05 Persen, Tertinggi di Sumatera pada Oktober 2026

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera pada Oktober…

2 hari ago

Kebakaran Hanguskan 22 Rumah, Balai Adat, dan Mushola di Gayo Lues

Analisaaceh.com, Gayo Lues | Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Belah Lane, Gampong Telege Jernih,…

2 hari ago