NEWS Ramlah Sali, Jamaah Haji Tertua Aceh Berusia 101 Tahun

Ramlah Sali, Jamaah Haji Tertua Aceh Berusia 101 Tahun

Ramlah Sali binti Sali, foto: ist.

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang jamaah haji lanjut usia asal Kota Langsa menjadi perhatian menjelang keberangkatan haji tahun 2026.

Ramlah Sali binti Sali yang berusia 101 tahun tercatat sebagai jamaah haji tertua se-Aceh dan tetap tampak sehat serta bersemangat menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Dalam perbincangan dengannya di kamar Emberkasi Asrama Haji Banda Aceh, Ramlah mengaku sangat bahagia akhirnya mendapat kesempatan berangkat haji.

“Senang,” ujarnya singkat saat ditanya mengenai perasaannya menjelang keberangkatan, Jum’at (8/5/2026).

Meski telah berusia lebih dari satu abad, Ramlah masih mampu beraktivitas sendiri di rumah. Ia mengaku masih memasak, menyapu rumah, hingga melakukan pekerjaan sehari-hari di kampung.

“Masak-masak, sapu-sapu,” katanya.

Kondisi kesehatannya juga terbilang baik. Ia mengaku masih makan dengan lancar dan tetap kuat berjalan tanpa bantuan tongkat. Bahkan selama mengikuti manasik haji di Langsa.

Perjalanan menuju embarkasi menjadi pengalaman perjalanan jauhnya menggunakan bus dalam waktu lama. Meski sempat merasa pegal dan sulit tidur selama perjalanan sekitar sembilan jam, ia tetap bersyukur karena tidak mengalami mabuk perjalanan.

“Ya Allah, janganlah aku apa-apa. Sehat aku lah,” tuturnya.

Ramlah juga menceritakan perjuangannya menabung demi bisa berangkat haji. Ia mengaku mengumpulkan uang sedikit demi sedikit di rumah hingga akhirnya cukup untuk mendaftar.

“Tabung dikit-dikit. Taruh sana-sana, masuk lemari,” katanya sambil tersenyum.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh fasilitas dan layanan keberangkatan untuk Ramlah Sali binti Sali telah dipenuhi. Jamaah tertua se-Aceh tersebut dipastikan telah menjalani pemeriksaan kesehatan serta menerima seluruh dokumen dan perlengkapan haji.

“Jamaah atas nama Ramlah Sali binti Sali telah mendapatkan seluruh layanan proses pemeriksaan kesehatan, menerima gelang identitas, dokumen paspor, living cost, bantuan Baitul Asyi, dan kartu Nusuk,” ujar Ketua PPIH.

Pihak PPIH juga memberikan perhatian khusus terhadap pendampingan jamaah lanjut usia agar proses ibadah dapat berjalan aman dan nyaman sejak di embarkasi hingga tiba di Arab Saudi.

Saat ditanya doa yang paling ingin dipanjatkan di depan Ka’bah nanti, Ramlah berharap diberikan kesehatan dan keselamatan agar tetap bisa beribadah dengan baik.

“Minta selamat, sehat kita. Bisa buat amal,” katanya.

Ia pun menitipkan doa kepada generasi muda agar suatu saat juga dapat menunaikan ibadah haji.

“Kami doakan aja, moga-moga bisa,” ucapnya.

Artikulli paraprakAkademisi Hukum Desak Pergub JKA Segera Dicabut
Artikulli tjetërDinsos Abdya Bentuk Tim Verifikasi Desil di RSUD-TP