Categories: NEWS

SEI Beberkan Modus Perekrutan Pekerja Migran Berkedok Sekolah

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Direktur Sumatera Environmental Initiative (SEI) mengungkap dugaan modus perekrutan pekerja migran asal Aceh yang memanfaatkan nama sekolah sebagai legitimasi administrasi.

Modus tersebut ditemukan berdasarkan hasil riset dan pendampingan SEI terhadap sejumlah kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), khususnya yang menimpa awak kapal perikanan.

Dalam pemaparannya saat diskusi terkait dengan TPPO di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (Aji), Senin (30/6/2026), Direktur SEI menyebut perekrutan tidak hanya menyasar lulusan sekolah kejuruan, tetapi juga masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah.

Menurutnya, data calon pekerja diduga dimanipulasi agar seolah-olah merupakan alumni sekolah tertentu sehingga memenuhi persyaratan administrasi untuk bekerja di luar negeri.

“Orang yang bahkan tidak pernah bersekolah di lembaga tersebut bisa dicantumkan sebagai alumni melalui dokumen yang diduga dimanipulasi,” ujarnya.

SEI juga mengungkap bahwa para calon pekerja umumnya tidak mengeluarkan biaya di awal keberangkatan.

“Namun, seluruh biaya pengurusan dokumen, tiket perjalanan, hingga kebutuhan administrasi dibebankan sebagai utang yang harus dibayar setelah mereka bekerja. Kondisi ini membuat pekerja rentan mengalami eksploitasi karena telah terlilit utang sejak sebelum berangkat,”katanya.

Selain itu, SEI menemukan dugaan penggunaan dokumen yang secara fisik tampak asli, tetapi tidak memiliki registrasi resmi. Praktik tersebut, menurut SEI, menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan dalam proses pemberangkatan pekerja migran secara nonprosedural.

Berdasarkan pendampingan yang dilakukan sejak 2021, SEI juga mencatat berbagai bentuk eksploitasi yang dialami pekerja migran asal Aceh di sektor perikanan, mulai dari gaji yang tidak dibayarkan, kekerasan fisik, hingga dugaan kerja paksa di atas kapal asing.

SEI menilai persoalan pekerja migran tidak hanya berhenti pada proses pemberangkatan ilegal, tetapi juga dipengaruhi oleh keterbatasan lapangan kerja di daerah asal. Tekanan ekonomi membuat sebagian penyintas kembali berangkat ke luar negeri meski sebelumnya pernah menjadi korban eksploitasi.

Karena itu, SEI mendorong pemerintah memperkuat pengawasan terhadap proses perekrutan pekerja migran, meningkatkan verifikasi dokumen administrasi, serta menghadirkan program pemberdayaan ekonomi bagi penyintas agar tidak kembali terjerat dalam jaringan perdagangan orang.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Polda Aceh Musnahkan Vape Etomidate, Sabu dan 49 Ribu Ekstasi

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh memusnahkan ribuan barang bukti narkotika…

23 jam ago

Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Mulai Besok, Pengendara Dialihkan ke Saree

Analisaaceh.com, Banda Aceh | PT Hutama Karya (Persero) menutup sementara pengoperasian Jalan Tol Sigli-Banda Aceh…

23 jam ago

Lima Bandara Kembali Dibuka, Penerbangan Masih Menyesuaikan Kondisi Abu Vulkanik

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Lima bandara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau…

23 jam ago

Tersangka Pencurian di Baitussalam Akui Bobol Dua Rumah di Kajhu

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pengembangan kasus dugaan pencurian yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Baitussalam mengungkap…

23 jam ago

HAkA Gandeng Daughters for Earth, Dorong Ekowisata Berbasis Komunitas di Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) bersama delegasi lembaga internasional Daughters…

23 jam ago

Uji Kecepatan di Lampulo, Dua Motor Tabrakan, Satu Tewas

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Aksi menguji kecepatan sepeda motor berujung maut di Jalan TPI Lampulo,…

2 hari ago