Categories: NEWS

Sidang Rakyat Mukim Beutong Sepakati Tolak Tambang dan IUP

Analisaaceh.com, Nagan Raya | Sidang Rakyat Mukim Beutong yang digelar sejak pagi hingga sore hari pada Rabu (22/7/2026) menghasilkan tiga kesimpulan yang telah disepakati bersama.

Adapun ketiganya yaitu meminta pemerintah mencabut izin tambang yang telah diterbitkan, menolak segala jenis pertambangan, serta meminta pengakuan terhadap otoritas adat Mukim Beutong.

Diketahui, Beutong Ateuh Banggalang sebelumnya dilanda banjir besar yang mengakibatkan rumah warga, lahan pertanian, dan berbagai fasilitas terdampak.

Di tengah proses pemulihan tersebut, masyarakat mengetahui sedikitnya dua perusahaan telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi di wilayah itu.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan warga sehingga mereka sepakat menolak aktivitas pertambangan di Beutong Ateuh Banggalang.

Tokoh masyarakat adat Mukim Beutong, Teungku Malikul Aziz, mengatakan ketiga poin tersebut merupakan hasil pembahasan yang dilakukan masyarakat selama sidang berlangsung.

“Alhamdulillah, pagi kami telah membicarakan banyak hal tentang bagaimana cara supaya izin tambang di Beutong dibatalkan. Dengan tidak ada kekerasan, pemerintah harus mencabut izin tambang yang telah dikeluarkan,” kata Teungku Malikul Aziz.

Ia mengatakan seluruh masyarakat yang mengikuti sidang sepakat menolak segala bentuk pertambangan di wilayah Mukim Beutong.

“Masyarakat betul semua sepakat menolak segala jenis tambang,” ujarnya.

Selain itu, sidang juga memutuskan untuk meminta pemerintah mengakui otoritas adat Mukim Beutong sebagai warisan nenek moyang yang telah ada sejak dahulu.

Sehingga kewenangan atau kekuasaan yang dimiliki lembaga atau pemimpin adat untuk mengatur kehidupan masyarakat berdasarkan hukum dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat.

“Kami meminta kepada pemerintah pengakuan sebagai otoritas adat Mukim Beutong. Warisan daripada nenek moyang terdahulu sesuai dengan aturan Aceh zaman dulu. Itu kesimpulan daripada hari ini,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, Teungku Malikul Aziz menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Mukim Beutong dan berbagai pihak dari seluruh Aceh yang telah hadir dan mendukung pelaksanaan sidang rakyat.

“Kami ucapkan beribu-ribu terima kasih. Kami tidak sanggup membalas. Melainkan Allah yang membalas semua perjuangan dan dukungan daripada mereka semua,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai penolakan terhadap izin tambang yang telah terbit sebelumnya, Teungku Malikul Aziz mengatakan penolakan telah dilakukan berulang kali.

“Kalau penolakan sudah berkali-kali, berulang kali,” katanya.

Ia menegaskan izin tambang yang dikeluarkan pemerintah berada di atas tanah yang menurutnya merupakan milik masyarakat Beutong.

“Tanah ini tanah rakyat. Kami juga rakyat Indonesia. Maka kami juga memiliki hak atas tanah kami sendiri,” pungkasnya.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Gegara Cekcok Usai Kecelakaan, Pria di Banda Aceh Tusuk Pemotor

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang pria berinisial ZZ (40) diduga menusuk pengendara sepeda motor, M…

21 jam ago

BBPOM Aceh Temukan Minimnya Pemahaman Aturan Obat di Swalayan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh menemukan…

21 jam ago

1.995 UMKM Terdampak Bencana di Aceh Selatan Lolos Verifikasi, 594 Data Diusulkan Ulang

Analisaaceh.com, Tapaktuan | Sebanyak 1.995 pelaku Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh…

1 hari ago

Nelayan Abdya Temukan Mayat di Perairan Simeulue, Diduga ABK KM Sukma Baru yang Hilang

Analisaaceh.com, Blangpidie | Nelayan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menemukan sesosok mayat di perairan Simeulue…

2 hari ago

Kapolri Tinjau Laboratorium Sabu di Pidie, 1,2 Ton Barang Bukti Disita

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meninjau laboratorium narkotika ilegal yang…

2 hari ago

Diduga Sediakan Tempat Prostitusi di Aceh Barat, Tiga Perempuan dan Seorang Pria Ditangkap Polisi

Analisaaceh.com, Meulaboh | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat empat orang yang diduga terlibat…

2 hari ago