Categories: ACEH TENGAHAdatNEWS

Wakil Bupati Aceh Tengah Mangkir Saat Dimandikan, Ini Kata Majelis Adat Gayo

Analisaaceh.com, Takengon | Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus, SKM absen saat digelar prosesi adat Munirin Reje (memandikan raja-red) dan hanya dilakukan kepada Bupati Shabela Abubakar. Publik bertanya-tanya apa alasan yang disampaikan Wakil Bupati sehingga tidak menghadiri kegiatan adat istiadat itu.

Ketua Majelis Adat Gayo (MAG) Aceh Tengah melalui Wakil Ketua I (MAG) Aceh Tengah Banta Cut Aspala mengatakan, pihaknya telah menemui Wakil Bupati Firdaus,  empat hari sebelum kegiatan itu dilaksanakan. Wakil Bupati berkilah akan melakukan perjalanan dinas keluar daerah.

“Setelah Bupati bersedia untuk dimandikan, kami pun meminta ijin untuk menuju kediaman Wakil Bupati pada saat itu, lalu kami (Mango-red Gayo) dan menyatakan kalau Wakil Bupati harus dimandikan secara adat bertujuan untuk membersihkan pemerintahannya dari kesialan (Si jeroha amaten, si koteka anuten, enti osah keruh ulu nuwih, kati sawah jernih wih i kala-red Gayo), artinya, yang bagus dipegang, yang buruk dihanyutkan, jangan sampai keruh air di hulu supaya jernih air di hilir” kata Aspala menjawab pertanyaan wartawan, Rabu (19/02/2020) di ruang kerjanya.

Tambahnya, Wakil Bupati saat itu enggan dimandikan dan menyetujui jika hanya Bupati Aceh Tengah saja yang dimandikan. “Saya tidak usah dimandikan dan saya ikhlas,” kata Banta Cut Aspala meniru pernyataan Wakil Bupati Firdaus.

Lanjutnya lagi, prosesi Munirin Reje (Memandikan Raja) itu bukan kehendak dari pemerintah daerah melainkan perintah adat yang dilaksanakan secara turun temurun di Gayo, hanya saja di Aceh Tengah perdana dilakukan di pemerintahan Shabela-Firdaus.

“Ini bukan kehendak pimpinan daerah, melainkan kehendak adat istiadat secara turun temurun di Gayo,” terang Aspala.

Sementara itu Ketua bidang hukum adat H. MY Sidang Temas mengaku, ritual adat tentang Munirin Reje (Memandikan Raja) telah turun temurun dilakukan di Gayo, hanya saja tidak dibudayakan.

“Saat usia 10 tahun, saya menyaksikan langsung prosesi Munirin Reje ini, pada jaman belanda itu yang dimandikan Reje (Kepala Desa-red), Reje dimandikan oleh penghulu dan kini usia saya sudah 92 tahun. Baru menyaksikan kembali,” terang pria kelahiran 28 Februari 1928 itu.

Ia mengaku, sebutan Reje yang disematkan kepada Bupati Aceh Tengah sejak dilakukan prosesi Munirin Reje. “Prosesi munirin reje adalah rentetan dari Munirin Reje pada 02 Januari 2018 yang lalu, keduanya satu paket,” terang Sidang Temas.

Atas ketidak hadiran Wakil Bupati Aceh Tengah itu pihak Majelis Adat Gayo akan meggelar rapat paripurna dengan mengikut sertakan tokoh-tokoh adat di Kabupaten berhawa sejuk itu.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Demo Sengketa Lahan Ricuh, Massa Pecahkan Kaca Kantor PT CA di Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Aksi unjuk rasa ratusan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Seuneubok Lubok…

3 jam ago

BBPOM Aceh Temukan 6.819 Produk Bermasalah di Aceh Besar

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menemukan 6.819 produk…

4 jam ago

Motor Scoopy Milik Mahasiswi Digadaikan Berulang Kali, Pria di Banda Aceh Ditangkap

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang pria berinisial EPA (45), warga Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, ditangkap…

4 jam ago

Bea Cukai Sita 10,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Aceh Utara

Analisaaceh.com, Aceh Utara | Sebuah kapal motor yang mengangkut sekitar 10,8 juta batang rokok ilegal…

4 jam ago

Ancam Siram Istri dengan Air Keras, Pria di Banda Aceh Ditangkap Polisi

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang pria berinisial NUR (49), warga Desa Setui, Kecamatan Baiturrahman, Banda…

1 hari ago

Istri Sah dan Warga Gerebek Ketua DPRK Nagan Raya di Rumah Dinas

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya berinisial MRR diduga…

3 hari ago