Categories: NEWS

Warga Desak Nonaktifkan Keuchik Pantai Perak Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Masyarakat Gampong Pantai Perak, Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendesak Bupati Abdya agar segera menindaklanjuti temuan hasil audit Inspektorat terkait dugaan penyimpangan dana desa oleh Keuchik setempat.

Pasalnya, hingga 60 hari pasca audit, pengembalian kerugian negara belum juga dilakukan oleh keuchik tersebut.

Perwakilan masyarakat mengungkapkan bahwa hasil audit Inspektorat telah menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran dana desa dan fisik kegiatan desa. Namun, meski telah diberikan surat pemberitahuan oleh Inspektorat, Keuchik Pantai Perak dinilai tidak mengindahkan kewajiban untuk menyelesaikan kewajibannya untuk membayar hasil temuan tersebut.

“Secara regulasi, tenggat waktu pengembalian sudah berakhir. Bahkan, pihak Inspektorat telah melayangkan surat pemberitahuan beberapa kali, namun hingga saat ini belum ada itikad baik dari Keuchik untuk menyelesaikan persolan tersebut,” kata salah seorang tokoh masyarakat gampong Pantai Perak yang enggan disebutkan namanya kepada Analisaaceh.com, Sabut (18/10/2025).

Disebutkan, temuan tersebut bernilai puluhan juta rupiah. Meski angka pastinya tidak dirincikan oleh Inspektorat, masyarakat menilai nominal tersebut cukup besar dan berpotensi merugikan desa.

Lebih lanjut, masyarakat meminta agar aparat penegak hukum (APH), termasuk pihak kepolisian dan kejaksaan serta Inspektorat bahkan Bupati Abdya menindaklanjuti kasus ini secara serius berdasarkan temuan audit. Sebab, menurut mereka ini bukan kali pertama Keuchik Pantai Perak tersandung temuan audit. Sebelumnya, Keuchik yang sama juga pernah mendapat catatan serupa dari Inspektorat.

“Ini bukan kali pertama. Sudah dua kali Keuchik di audit dan hasilnya tetap bermasalah. Artinya, tidak ada perubahan sikap. Dari kasus ini saja sudah jelas Keuchik tidak menunjukkan itikad baik. Maka dari itu, kami meminta Bupati agar segera menonaktifkan Keuchik Pantai Perak,” tegasnya.

Lebih lanjut, katanya, masyarakat khawatir jika masalah ini terus dibiarkan tanpa tindak lanjut yang serius dari APH, Inspektorat dan Bupati Abdya, maka akan memberi dampak negatif dan berdampak buruk bagi pembangunan, dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa, serta dampaknya akan merugikan masyarakat secara keseluruhan.

“Kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut terhadap kondisi desa dan masyarakat. Kami berharap APH, Inspektorat dan Bupati Abdya bisa mengambil sikap tegas, agar tata Kelola pemerintahan gampong tetap bersih dan transparan,” pungkasnya.

Ahlul Zikri

Komentar

Recent Posts

Pemprov Aceh Usulkan APBA 2027 Rp10,37 Triliun, Fokus Pemulihan Pascabencana

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh mengusulkan anggaran pendapatan dan belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran…

2 hari ago

Diduga Mengantuk, Mobil Innova Terjun ke Jurang 20 Meter di Aceh Selatan

Analisaaceh.com, Tapaktuan | Satu unit mobil Toyota Kijang Innova bernomor polisi (Nopol) BL 1128 DY…

2 hari ago

Operasi Patuh Seulawah 2026 Dimulai, Berlangsung hingga 8 November

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Polres Aceh Besar menggelar apel gelar pasukan Operasi Patuh Seulawah 2026…

2 hari ago

458 Pejabat Abdya Ikuti ProASN BKN untuk Petakan Talenta ASN

Analisaaceh.com, Blangpidie | Sebanyak 458 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya)…

2 hari ago

Gegara Cekcok Usai Kecelakaan, Pria di Banda Aceh Tusuk Pemotor

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang pria berinisial ZZ (40) diduga menusuk pengendara sepeda motor, M…

4 hari ago

BBPOM Aceh Temukan Minimnya Pemahaman Aturan Obat di Swalayan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh menemukan…

4 hari ago