Categories: NEWS

Zaman Akli: Wakaf Baitul Asyi Warisan Peradaban Aceh

Analisaaceh.com, Jeddah | Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli mengapresiasi komitmen keluarga Abdulah Ba’id Al-Asyi yang terus menjaga dan mengelola Wakaf Baitul Asyi secara berkelanjutan sebagai amanah peninggalan ulama dan dermawan Aceh, Habib Bugak Al-Asyi di tanah suci.

Hal itu disampaikan Zaman Akli saat bersilaturahmi bersama Nadhir (pengelola) Wakaf Baitul Asyi, Syekh Dr. Abdurachman Abdullah Asyie, di kediamannya di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (4/6/2026) malam.

Dalam pertemuan tersebut, Zaman Akli didampingi oleh Ketua Kloter BTJ 12, H. Adihar S.Pd.I., M.A., bersama seluruh ketua dan pembimbing ibadah (Bimbad) kloter embarkasi Aceh. Pertemuan hangat ini juga dihadiri oleh abang kandung Nazir, Syekh Muhammad Ahmad Abdullah Asyie (mantan Wakil Menteri Haji dan Wakaf Kerajaan Arab Saudi), serta Khalid Asyi yang merupakan keponakan keluarga tersebut.

Zaman Akli menegaskan bahwa Wakaf Baitul Asyi merupakan salah satu warisan peradaban masyarakat Aceh yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan keagamaan yang sangat tinggi. Keberadaan aset ini menjadi simbol filantropi sekaligus bukti nyata kokohnya hubungan emosional antara Aceh dengan Arab Saudi.

“Semangat pengabdian dan amanah yang diwariskan para pendahulu ini patut menjadi teladan bagi generasi sekarang. Kita berharap hubungan silaturahmi antara masyarakat Aceh dan keluarga besar pengelola Wakaf Baitul Asyi terus terpelihara dengan baik, sehingga manfaat wakaf ini dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang,” ujar Zaman Akli.

Pertemuan silaturahmi yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini diakhiri dengan sesi muzakarah atau perkenalan antara rombongan BTJ Aceh dan pengelol Wakaf Baitul Asyi untuk mempererat hubungan antara masyarakat Aceh dan keluarga nazhir wakaf.

Dalam kesempatan itu, tuan rumah menyajikan beragam hidangan khas Timur Tengah dengan selera nusantara, mulai dari nasi mandi, kabsa, kamban yang disajikan secara prasmanan ala Indonesia. Jamuan itu juga dilengkapi daging kambing dan ayam utuh, serta aneka hidangan pembuka seperti hummus, falafel, dan kurma.

Untuk diketahui, Wakaf Baitul Asyi merupakan aset wakaf yang didirikan oleh Habib Bugak Al-Asyi untuk kepentingan masyarakat Aceh, khususnya jamaah haji dan penuntut ilmu di Mekkah. Wakaf tersebut disahkan melalui akta wakaf pada 3 Juni 1809 Masehi (18 Rabiul Akhir 1224 H) yang diterbitkan oleh Qadhi Makkah Al-Musyarrafah, Syaikh Abdul Hafizh bin Darwisy Al-‘Ujaimi.

Dalam akta tersebut, Habib Bugak Al-Asyi menunjuk Syaikh Muhammad Shalih bin Syaikh Abdussalam At-Tirawi Al-Asyi Al-Jawi sebagai nazhir pertama. Seiring perjalanan waktu, pengelolaan wakaf diteruskan oleh keluarga Abdullah Ba’id Al-Asyi dan tetap berada dalam garis keturunan keluarga tersebut hingga saat ini.

Berdasarkan penetapan Mahkamah Kerajaan Arab Saudi, jabatan Nazhir Wakaf Baitul Asyi saat ini diemban oleh Syekh Dr. Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Ghani bin Mahmud bin Abdul Ghani bin Umar bin Ahmad bin Abdullah Ba’id Al-Asyi sebagai penerus Syekh Dr. Munir bin Abdul Ghani Ba’id Al-Asyi. Dalam menjalankan amanah itu, ia didampingi Syekh Dr. Abdul Latif Baltou.

Keberlanjutan pengelolaan wakaf selama lebih dari dua abad menjadi bukti terjaganya amanah besar yang diwariskan Habib Bugak Al-Asyi untuk kemaslahatan masyarakat Aceh di Tanah Suci.

Pertemuan antara Wakil Bupati Abdya dan pengelola Wakaf Baitul Asyi di Jeddah tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan Aceh dengan Tanah Suci tidak hanya terjalin melalui ibadah haji, tetapi juga melalui warisan filantropi Islam yang terus hidup dan memberi manfaat lintas generasi hingga saat ini.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Gegara Cekcok Usai Kecelakaan, Pria di Banda Aceh Tusuk Pemotor

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang pria berinisial ZZ (40) diduga menusuk pengendara sepeda motor, M…

1 hari ago

BBPOM Aceh Temukan Minimnya Pemahaman Aturan Obat di Swalayan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh menemukan…

1 hari ago

1.995 UMKM Terdampak Bencana di Aceh Selatan Lolos Verifikasi, 594 Data Diusulkan Ulang

Analisaaceh.com, Tapaktuan | Sebanyak 1.995 pelaku Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh…

1 hari ago

Nelayan Abdya Temukan Mayat di Perairan Simeulue, Diduga ABK KM Sukma Baru yang Hilang

Analisaaceh.com, Blangpidie | Nelayan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menemukan sesosok mayat di perairan Simeulue…

2 hari ago

Kapolri Tinjau Laboratorium Sabu di Pidie, 1,2 Ton Barang Bukti Disita

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meninjau laboratorium narkotika ilegal yang…

2 hari ago

Diduga Sediakan Tempat Prostitusi di Aceh Barat, Tiga Perempuan dan Seorang Pria Ditangkap Polisi

Analisaaceh.com, Meulaboh | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat empat orang yang diduga terlibat…

2 hari ago