Categories: NEWS

184 Bencana Terjadi di Aceh, Kerugian Rp132,74 Miliar

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mengalami 184 kejadian bencana alam sepanjang Januari hingga Juni 2025. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat, total kerugian akibat berbagai bencana tersebut mencapai Rp132,74 miliar dan tersebar di sejumlah kabupaten/kota di wilayah itu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Nara Setia, mengungkapkan bahwa dari seluruh jenis bencana yang terjadi sepanjang semester pertama 2025, kebakaran menjadi yang paling dominan dengan total 78 kasus.

Selain itu, tercatat 32 kejadian banjir, 26 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 21 peristiwa angin puting beliung, 20 kejadian tanah longsor, lima gempa bumi, serta dua kasus abrasi yang turut memperparah dampak bencana di berbagai wilayah Aceh.

“Aceh Besar menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan jumlah kejadian bencana terbanyak selama semester pertama 2025, yaitu sebanyak 27 kejadian,” ujar Nara Senin (28/7/2025).

Di bawahnya, Aceh Tengah mencatatkan 20 kejadian, disusul Aceh Utara dengan 17 kejadian, dan Aceh Tenggara sebanyak 15 kejadian. Beberapa wilayah lain hanya mengalami satu hingga dua kali bencana dalam periode tersebut.

Dari sisi dampak, Nara merinci bencana telah memengaruhi 4.674 kepala keluarga dengan total 10.618 jiwa terdampak.

Sebanyak 10 orang meninggal dunia, satu orang dilaporkan hilang, dan sembilan lainnya mengalami luka-luka. Di sisi lain, sebanyak 315 warga sempat mengungsi karena kondisi darurat.

“Kerusakan fisik yang terjadi meliputi 311 rumah rusak berat dan 1.267 unit rumah terendam banjir. Selain itu, terdapat 62 bangunan seperti ruko dan gudang yang turut terdampak, serta 128 hektare kebun dan hutan rusak,” jelasnya.

Nara menambahkan, hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya sejumlah bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

Sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, meskipun beberapa kasus diketahui dipicu oleh korsleting listrik dan aktivitas pembakaran sampah.

“Sebagian besar bencana terjadi saat musim penghujan dan melanda wilayah yang secara geografis memang rawan terhadap bencana,” pungkas Nara.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Keuchik Suak Nibong Dukung Batas Mahar 5 Mayam di Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Keuchik Gampong Suak Nibong, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Adami…

19 jam ago

Kejari Tahan 3 Panwaslih Subulussalam Terkait Korupsi Dana Pilkada

Analisaaceh.com, Subulussalam | Kejaksaan Negeri (Kejari) Subulussalam menahan tiga Komisioner Panitia Pengawasan Pemilihan (Panwaslih) Kota…

19 jam ago

Bupati Abdya Tetapkan Meugang Puasa 16–17 Februari 2026

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin menetapkan pelaksanaan tradisi hari meugang dalam…

19 jam ago

Fenomena Sinkhole Aceh Tengah Kian Parah, Bupati Minta Bantuan Pusat

Analisaaceh.com, Takengon | Fenomena lubang raksasa menyerupai sinkhole yang muncul di Desa Pondok Balik, Kabupaten…

19 jam ago

Korupsi Pelatihan Guru, Mantan Kepala BGP Divonis 3 Tahun

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Banda…

19 jam ago

Polisi Tangkap Sopir Pelaku Dugaan Pelecehan di Labuhan Haji

Analisaaceh.com, Tapaktuan | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Selatan menangkap seorang pria berinisial SS…

19 jam ago