Categories: NEWS

Daging Meugang di Abdya Rp200 Ribu per Kg

Analisaaceh.com, Blangpidie | Harga daging pada tradisi Meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menembus Rp200 ribu per kilogram. Meski tergolong tinggi, kondisi tersebut tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membeli daging.

Salah seorang pedagang daging di depan Lapangan Persada, Gampong Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, Edi Azhar mengatakan harga daging pada Meugang tahun ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, daya beli masyarakat justru meningkat.

Menurutnya, daging kerbau dan sapi dijual seharga Rp200 ribu per kilogram. Sementara itu, tulang dijual Rp100 ribu per kilogram dan jeroan dibanderol Rp60 ribu per kilogram.

“Harga daging kerbau dan sapi kita jual Rp200 ribu per kilogram. Untuk tulang dijual Rp100 ribu per kilogram, sedangkan isi dalam (jeroan) harganya Rp60 per kilogram,” kata Edi Azhar saat ditemui Analisaaceh.com, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, antusiasme masyarakat pada Meugang pertama tahun ini tergolong meningkat, meskipun masih tersisa satu hari meugang lagi.

“Kita mulai berjualan sejak pukul 06.00 WIB dan pukul 09.00 WIB tadi daging sudah habis terjual. Meugang pertama ini pembeli lebih tinggi, jika dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, sekitar pukul 12.00 WIB baru habis, bahkan terkadang masih ada yang belum terjual,” ujarnya.

Lebih lanjut, sebut Edi, minat beli masyarakat pada Meugang menyambut bulan suci Ramadhan selalu lebih tinggi dibanding meugang Idul Adha. Hal ini dikarenakan tradisi meugang puasa memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat Aceh, khususnya Abdya dalam mempersiapkan diri memasuki bulan suci.

“Daya beli daging hari ini lebih ramai jika dibandingkan dengan Meugang Idul Adha. Sebab, merayakan hari Meugang sudah menjadi tradisi orang Aceh dalam menyambut bulan suci Ramadhan,” ucap Edi.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga, Rahmanita mengaku harga daging meugang di Abdya memang relatif sama setiap tahun dan cenderung lebih tinggi dibanding daerah lain di Aceh saat momen meugang.

“Meskipun harganya mencapai Rp200 ribu per kilogram, masyarakat tetap antusias membeli. Karena membeli daging saat Meugang sudah menjadi tradisi wajib bagi kami di Abdya untuk dinikmati bersama keluarga,” pungkas Rahmanita.

Ahlul Zikri

Komentar

Recent Posts

Aceh Padam Lagi di Malam Meugang Jelang Iduladha, PLN Sebut Sistem Kelistrikan Belum Stabil

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sejumlah wilayah di Aceh kembali mengalami pemadaman listrik pada Senin (25/5/2026)…

16 jam ago

Tarmizi soal Oknum Minta Daging Pakai Nama Bupati: Lempar ke Jidatnya

Analisaaceh.com, Meulaboh | Bupati Aceh Barat Tarmizi menegaskan tidak akan mentolerir praktik permintaan daging meugang…

2 hari ago

Trauma Tragedi 1999 Kembali Diingat, Keluarga Teungku Bantaqiah Desak Pemerintah Cabut Izin Tambang Beutong

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Ketegangan di kawasan Lembah Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, kembali…

3 hari ago

Listrik di Sebagian Abdya Mulai Normal Pascablackout, PLN Terus Lakukan Pemulihan

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pasokan listrik di sebagian wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai kembali…

3 hari ago

79 Persen Penyulang di Aceh Sudah Kembali Normal

Analisaaceh.com, Banda Aceh | PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyatakan sebanyak 79…

3 hari ago

Wamenkes Sebut Imunisasi Anak di Aceh Baru Capai 33 Persen

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menyoroti rendahnya cakupan imunisasi…

3 hari ago