Categories: NEWSPARLEMENTRIA

Hendri Yono: Postur APBA Harus Bisa Tekan Angka Kemiskinan

Analiaaaceh.com, Banda Aceh | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh menyebutkan bahwa persentase penduduk miskin di Serambi Mekah meningkat menjadi 15,53 persen atau bertambah 16 ribu orang pada periode Maret–September 2021.

Menanggapi permasalahan ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hendri Yono, S.Sos., M.Si mengatakan, pemerintah Aceh harus menyadari fakta sebagaimana data yang disajikan oleh BPS. Dirinya meminta pihak eksekutif untuk mengambil kebijakan dengan memperbaiki tata kelola keuangan sehingga postur APBA bisa menekankan angka kemiskinan.

“Malasah kemiskinan ini sudah berlarut-larut dan selalu menempati yang pertama di Sumatera. Seharusnya Pemerintah Aceh berkaca terhadap kebijakan tahun-tahun sebelumnya agar masalah kemiskinan ini selesai. Kami pribadi meminta kepada Pemerintah Aceh untuk segera mengambil kebijakan yang tepat,” kata Hendri, Kamis (3/2/2022).

Baca: Data BPS, Jumlah Penduduk Miskin di Aceh Meningkat

Dirinya tak menafikan permasalahan Covid-19 dalam beberapa tahun terakhir yang turut berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. Namun demikian, kata Hendri, Covid-19 bukanlah menjadi alasan utama masalah kemiskinan di Aceh, sebab Corona juga terjadi seluruh provinsi dan dunia.

Menurut Hendri, kebijakan dalam pengelolaan keuangan merupakan faktor utama terkait kemiskinan di Aceh. Seharusnya dengan anggaran yang mencapai Rp16 triliun lebih dapat merubah wajah Aceh yang selama ini masih tertinggal dari daerah lain dan bahkan provinsi tetangga.

“Anggaran yang besar tapi penduduk miskin meningkat, ini bearti yang salah adalah pengelolaan keuangannya yang seharusnya program dan kebijakan pemerintah itu sampai kepada masyarakat,” tegas Ketua PKP Aceh ini.

Baca: Serap Aspirasi di Sawang, ini Harapan Masyarakat Kepada Hendri Yono

Menurut Hendri Yono, ada beberapa kebijakan pemerintah saat ini yang mesti diperbaiki untuk masyarakat Aceh yang lebih baik, hal itu seperti mengurangi belanja konsumtif atau pengadaan barang-barang yang tidak menyentuh langsung masyakat di daerah.

Begitu juga di sektor pertanian dan perikanan yang mesti menjadi perhatian serius oleh Pemerintah. Pertumbuhan ekonomi pertanian, kehutanan dan perikanan pada Triwulan III masih terkontraksi baik secara q to q (-0,11%) secara y on y (-3,25%).

“Ini perlu ditindaklanjuti, sebab pertanian dan perikanan adalah mata pencaharian mayoritas masyarakat di Aceh. Begitu juga dengan kestabilan harga yang harus dipantau oleh eksekutif,” sebut Hendri.

Bahkan masalah lapangan kerja tak kalah penting dalam masalah pengentasan kemiskinan di Aceh. Berdasarkan Sakernas Agustus 2021 masih terdapat sekitar 207 ribu penduduk usia kerja di Aceh yang terdampak Covid-19 baik itu menjadi pengangguran, sementara tidak bekerja, pengurangan jam kerja dan lainnya.

“Kalau ini terus dibiarkan, maka tidak heran Aceh selalu juara umum provinsi termiskin di Sumatera, bisa-bisa nomor satu di Indonesia. Jadi sekali lagi kami meminta kepada Pemerintah Aceh untuk memperbaiki tata kelola keuangan dan kebijakan,” sebutnya.

Editor : Nafrizal
Rubrik : NEWS
Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Diduga Gelapkan Sepmor Yamaha NMAX Milik Warga Kuala Batee, Pria Asal Babahrot Abdya Ditangkap Polisi di Nagan Raya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) seorang…

14 jam ago

Kelas Darurat SDN 10 Linge Aceh Tengah Mulai Digunakan, Sebagian Siswa Tak Lagi Belajar di Tenda

Analisaaceh.com, Aceh Tengah | Sebagian siswa SD Negeri 10 Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kini tidak…

15 jam ago

Bupati Safaruddin Sentil Kontribusi Dua Anggota DPRA Asal Abdya, Pastikan Tak Ada Pokir di APBK 2027

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, menegaskan komitmen pemerintah daerah mendorong pemerataan…

17 jam ago

Diduga Sopir Mengantuk, Pikap Tabrak Pembatas di Tol Sigli–Banda Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sebuah mobil pikap Isuzu Traga bernomor polisi BL 8235 DN mengalami…

17 jam ago

Safaruddin Launching My-Tirta Abdya, Perumdam Klaim Pertama di Aceh Masuk Play Store

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin melaunching aplikasi My-Tirta Abdya milik Perusahaan…

2 hari ago

Bupati Safaruddin: Perusahaan Tambang dan PMKS yang Abaikan CSR Akan Dibekukan Izin dan Diusir dari Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, mengeluarkan ultimatum keras kepada seluruh perusahaan…

2 hari ago