Categories: NEWS

Kasus Pembunuhan Tukang Rujak di Pidie, Ternyata Gegara Utang Kelapa Rp800 Ribu

Analisaaceh.com, Sigli | Polres Pidie berhasil mengungkap kasus pembunuhan Saidi Nur (55), seorang tukang rujak warga Gampong Mee Kecamatan Mutiara yang ditemukan bersimbah darah pada Jum’at 20 Mei lalu.

Pelaku berinisial MH (40) yang merupakan warga Kembang Tanjung ini menghabisi nyawa korban gegara utang kelapa muda sebesar Rp800 ribu.

“Motif pelaku melakukan pembunuhan itu dikarenakan sakit hati kepada korban yang diduga tidak membayar kelapa muda miliknya sebanyak 200 buah yang dijual kepada korban saat bulan Ramadhan. 200 buah kelapa muda ini dihargakan sekitar Rp800 ribu,” kata Kapolres Pidie, AKBP Padli dalam konferensi pers pada Senin (30/5/2022).

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Penjual Rujak di Pidie Ditangkap, ini Motifnya

Sebelumnya, pelaku sempat datang pada korban dan meminta korban melunasi uangnya tersebut sehingga terjadi cekcok mulut. Pelaku sempat mengancam akan mengambil buah kelapa milik korban apabila utangnya tidak dilunasi.

Setelah itu, pelaku kembali mendatangi korban pada hari yang sama yaitu sekitar pukul 03.26 WIB menggunakan mobil dengan maksud hendak mengambil kelapa muda korban sebagai pelunasan utang korban kepada pelaku.

“Pelaku sempat memanggil korban di dalam kedai rujak lebih dari tiga kali, namun tidak ada jawaban sehingga pelaku mengambil kelapa muda milik korban dan memasukkan ke dalam mobil,” kata AKBP Padli.

Mengetahui hal tersebut, kata Kapolres, korban tiba-tiba keluar dan menghampiri pelaku hingga terjadi cekcok mulut, perkelahian dan berakhir korban terbunuh.

Baca Juga: Penjual Rujak di Pidie Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

“Yang menyebabkan korban terbunuh yaitu pelaku menggigit telinga kiri korban hingga putus dan menggigit lengan korban. Pelaku mengambil buah kelapa yang masih bertangkai dan memukul kepala korban. Selain itu korban juga dicekik lalu dibanting sehingga lemas dan meninggalkan korban dalam posisi masih bernyawa,” jelasnya.

“Namun, saat ditemukan oleh istrinya korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” sambung AKBP Padli.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan oleh pihak kepolisian, pelaku akhirnya ditangkap di Terminal Bus Peusangan, Bireuen pada Sabtu (28/5/2022) dini hari.

Perlaku hendak melarikan diri dengan cara menumpangi armada rombongan pengantin ke arah Medan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukum penjara paling lama 15 tahun. (Yuna)

Editor : Nafrizal
Rubrik : NEWS
Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Gegara Cekcok Usai Kecelakaan, Pria di Banda Aceh Tusuk Pemotor

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang pria berinisial ZZ (40) diduga menusuk pengendara sepeda motor, M…

2 hari ago

BBPOM Aceh Temukan Minimnya Pemahaman Aturan Obat di Swalayan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh menemukan…

2 hari ago

1.995 UMKM Terdampak Bencana di Aceh Selatan Lolos Verifikasi, 594 Data Diusulkan Ulang

Analisaaceh.com, Tapaktuan | Sebanyak 1.995 pelaku Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh…

2 hari ago

Nelayan Abdya Temukan Mayat di Perairan Simeulue, Diduga ABK KM Sukma Baru yang Hilang

Analisaaceh.com, Blangpidie | Nelayan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menemukan sesosok mayat di perairan Simeulue…

3 hari ago

Kapolri Tinjau Laboratorium Sabu di Pidie, 1,2 Ton Barang Bukti Disita

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meninjau laboratorium narkotika ilegal yang…

3 hari ago

Diduga Sediakan Tempat Prostitusi di Aceh Barat, Tiga Perempuan dan Seorang Pria Ditangkap Polisi

Analisaaceh.com, Meulaboh | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat empat orang yang diduga terlibat…

3 hari ago