Categories: NEWS

KNTI Sumatra: Koperasi Nelayan Perlu Diperkuat

Analisaaceh.com, Banda Aceh | 50 Ketua DPD Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) se Sumatra termasuk Aceh dan Koperasi Perikanan melaksanakan Rapat Konsolidasi penguatan simpul jaringan koperasi perikanan di wilayah Sumatra dan Kepulauan Riau di Batam, Kepulauan Riau (30/07).

Konsolidasi ini dihadiri oleh Ketua Umum DPP KNTI dan Asdep Kemenko Pangan RI, Staf Ahli Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Koperasi Provinsi Kepulauan Riau serta Kepala Dinas Perikanan Kota Batam juga Media dan jaringan Perguruan Tinggi, dan CSO pegiat perikanan di Kota Batam.

Dani Setiawan, Ketua Umum KNTI menyatakan bahwa Konsolidasi Koperasi KNTI Se Sumatra ini dimaksudkan untuk menajamkan visi dan strategi memperkuat peran kunci koperasi perikanan di basis-basis KNTI agar lebih besar perannya dalam pembangunan wilayah pesisir, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan dan masyarakat pesisir.

“Nelayan kecil dan tradisional di Indonesia, khususnya di Sumatra termasuk Kepulauan Riau merupakan produsen pangan perikanan utama di Indonesia. Wilayah ini memiliki potensi ekonomi laut dan pesisir yang sangat besar dan diharapkan koperasi perikanannya dapat berfungsi optimal memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, sehingga dapat mengurangi kemiskinan, ketimpangan, dan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya, yaitu nelayan dan masyarakat pesisir,” tegas Dani.

Saat ini, Pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

“Keduanya membuka peluang bagi nelayan dan masyarakat pesisir terutama koperasi nelayan terlibat aktif dalam ekosistem ini, terutama mereka bekerja sebagai nelayan, pembudidaya ikan, maupun pengolah hasil perikanan,” uangkap Dani.

Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih harus menjadi instrumen menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi nelayan, seperti kemudahan akses BBM subsidi, peningkatan kualitas hasil perikanan dan kelautan melalui keberadaan rantai dingin (cold chain), akses pasar, serta infrastruktur perikanan lainnya.

Namun demikian tidak boleh mengabaikan pentingnya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat. Membangun masyarakat pesisir dan nelayan yang berdaya dan mandiri.

Hal senada disampaikan oleh Asisten Deputi Pengembangan Sumberdaya Perikanan, Kemenko Pangan RI, Cahyadi Rasyid ST, M.Si. Ia menegaskan bahwa nelayan memiliki peranan signifikan dalam mewujudkan kedaulatan pangan, dan berharap KNTI dapat menjadi ekosistem enabler yang memastikan terwujudnya kesejahteraan nelayan melalui usaha-usaha rakyat seperti koperasi nelayan.

Pertemuan ini juga menghasilkan beberapa rekomendasi yang akan dibawa oleh masing-masing ketua DPD dan Koperasi di setiap daerah untuk terus memperkuat koperasi, menjaga kekompakan dan saling berbagi informasi dan potensi peluang permodalan dan pasar.

Para peserta juga menyepakati untuk membangun suatu jaringan koperasi perikanan yang lebih kuat secara nasioal yang bertugas untuk memperluas jaringan, informasi, dan mendorong akses peningkatan kapasitas usaha dan sumber daya manusia para pengurus dan anggota koperasi.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Ampon Bang: Potensi Wisata Abdya Harus Dipromosikan Lewat Media Sosial

Analisaaceh.com, Blangpidie | Anggota DPR-RI asal Aceh, Teuku Zulkarnaini yang akrab disapa Ampon Bang mengajak…

4 jam ago

Abdya Punya Banyak Potensi Wisata, Namun Belum Terekspos dengan Baik

Analisaaceh.com, Blangpidie | Ketua STKIP Muhammadiyah Abdya, Afdhal Jihad menilai pengembangan sektor pariwisata harus diawali…

5 jam ago

MPU Banda Aceh Minta Pengamen Langgar Syariat Ditertibkan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh meminta Pemerintah Kota Banda…

5 jam ago

BBPOM Aceh Temukan Dugaan Boraks pada Tiga Sampel Kerupuk di Warkop

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh menemukan…

5 jam ago

Yang Disebut Ajudan Ketua DPRA Divonis 25 Kali Cambuk dalam Kasus Ikhtilath

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh menjatuhkan uqubat ta’zir berupa cambuk sebanyak 25…

5 jam ago

Tiga Pemain Muda Binaan AAFC Abdya Dikontrak Persiraja Banda Aceh

Analisaaceh.com, Blangpidie | Presiden Persiraja Banda Aceh, H. Nazaruddin memboyong tiga pemain muda asal Kabupaten…

5 jam ago