Categories: NEWSPEMERINTAH ACEH

Musrenbang 2027 Dibuka, Mualem Dorong Sinergi Pusat

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Aceh untuk tahun 2027 di Anjong Mon Mata, Kamis (23/4/2026).

Dalam sambutannya, Mualem menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan Aceh, sekaligus memastikan sinkronisasi antara perencanaan daerah dan nasional.

“Tahun 2027, kita mengusung tema Percepatan Pemulihan Pascabencana melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan,” ujar Mualem.

Ia menyebutkan, kebutuhan anggaran pembangunan Aceh diperkirakan mencapai Rp47 triliun. Karena itu, dukungan pemerintah pusat, khususnya melalui Bappenas, sangat diharapkan agar program-program prioritas dapat berjalan optimal.

Mualem juga menyoroti meningkatnya angka kemiskinan pascabencana yang kini mencapai sekitar 12 persen, naik dari sebelumnya sekitar 9 persen. Selain itu, persoalan pengangguran turut menjadi tantangan serius yang harus segera ditangani.

“Ini menjadi tamparan bagi kita semua. Namun ini juga musibah yang harus kita hadapi bersama, dan kita harus segera bangkit untuk memulihkan keadaan,” katanya.

Ia mengungkapkan, bantuan yang diterima masyarakat saat ini masih didominasi untuk kebutuhan dasar seperti sembako, sementara pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan masih dalam tahap awal.

Di sejumlah wilayah pedalaman, masyarakat bahkan masih menggunakan rakit untuk beraktivitas akibat rusaknya akses transportasi.

Selain itu, Gubernur turut menyoroti persoalan pendangkalan muara (kuala) yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama banjir di sejumlah wilayah di Aceh, seperti Bireuen, Pidie Jaya, hingga Aceh Utara.

Menurutnya, aliran air dari hulu kerap terhambat di muara sehingga tidak dapat mengalir dengan baik ke laut, yang pada akhirnya menyebabkan genangan hingga ke permukiman warga.

“Jika muara tidak segera dibenahi, ini akan menjadi ancaman serius. Setiap banjir, air tidak bisa mengalir dengan baik,” tegasnya.

Dampak lain juga dirasakan para nelayan yang kesulitan melaut akibat kondisi muara yang dangkal. Mualem mengaku telah berupaya mengurus izin pengerukan ke pemerintah pusat, namun prosesnya masih berjalan lambat.

Untuk itu, ia meminta seluruh kepala daerah di Aceh agar aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan, guna mempercepat penanganan persoalan tersebut.

Menutup sambutannya, Mualem mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dalam merancang pembangunan Aceh yang lebih inovatif, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Musrenbang RKPA Tahun 2027 secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Bupati Safaruddin Minta Pejabat Eselon II Abdya Segera Kuliah S-2

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia…

13 jam ago

Sempat Berhenti Sepekan, 5 SPPG di Abdya Kini Kembali Jalankan Progam MBG

Analisaaceh.com, Blangpidie | Sebanyak lima Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Barat Daya…

13 jam ago

ASDP Fokus Pemulihan Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Siagakan Posko untuk Keluarga

Analisaaceh.com, Banda Aceh | PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memprioritaskan penanganan dan pemulihan korban ledakan…

13 jam ago

Tangan Terduga Pencuri Putus Usai Serang Warga di Kajhu Aceh Besar

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Aksi dugaan pencurian di Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, berakhir…

13 jam ago

BKK Banda Aceh Siapkan Pengawasan Jemaah Haji Pascahaji

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh menyiapkan sistem pengawasan…

23 jam ago

Safaruddin Ingatkan Petugas Sensus Jaga Akurasi Data Usaha

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi…

23 jam ago