Categories: HukumLHOKSEUMAWENEWS

Pengadaan Becak ‘Bodong’ Program KOTAKU di Lhokseumawe

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Pengadaan becak mesin pengangkut sampah pada program KOTAKU di Kota Lhokseumawe terindikasi korupsi dan penyimpangan.

Betapa tidak, sejak dibeli melalui pihak rekanan pada tahun 2018, hingga kini, pihak penerima yakni Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di Kota Lhokseumawe belum menerima BPKB dan STNK.

“Kami hanya diberi surat izin menggunakan kendaraan. Padahal kami sudah bayar lunas becak barang tersebut. Ini sama saja becak bodong,” kata anggota BKM Makmu Beusare Gampong Blang Naleung Mameh, Kec. Muara Satu, Agussalim kepada wartawan, Sabtu (16/5/20).

Menurut penjelasan Agussalim, KSM Beurata membeli 2 unit becak barang merk Viar pada CV. RU yang beralamat di Peudada Kabupaten Bireuen. Berdasarkan kwitansi tertanggal 7 Oktober 2018 harga becak Viar per unit dibandrol sebesar Rp34 juta.

“Untuk pengadaan becak itu harga keseluruhan Rp40 juta. Harga itu sudah dengan penambahan pada rangka becak barang,” tuturnya.

Becak barang tersebut saat ini sudah difungsikan sebagaimana mestinya. Namun pihaknya, kata Agus, bertanya-tanya karena buku tanda kepemilikan kendaraan (BPKB) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) tak kunjung diterima.

Hingga puncaknya baru-baru ini, sebut dia, pihak fasilitator program Kotaku meminta BKM Makmur Beusare kembali memplotkan dana untuk pengadaan BPKB dan STNK dari sosial atau dana bergulir. Jelas saja, menurut Agus pihaknya tidak bisa menerima hal itu. Karena ketika pihaknya menyetor uang kepada pihak rekanan, harga tersebut sudah dengan seluruh biaya termasuk surat-menyurat.

“Sekarang malah dimintai lagi untuk 1 unit becak harus bayar Rp3 juta. Katanya untuk beli surat-surat kendaraan. Ini jelas bentuk penipuan. Kami minta pihak kepolisian mengusut tuntas dugaan korupsi atau permainan di belakang ini semua” kata Agus yang juga pekerja media tersebut.

Dihubungi melalui pesan WhatsApp, Korkot KOTAKU Kota Lhokseumawe Fitriyansyah, ST, MT membenarkan pengadaan becak tersebut bermasalah.

Diterangkan, dari 68 gampong di Kota Lhokseumawe, 18 gampong berstatus penanganan kumuh dan 50 gampong pencegahan kumum.

“Hanya 14 gampong mengusulkan pengadaan becak sampah. Seluruh becak KOTAKU di Kota Lhokseumawe ada 37 unit” kata Fitriyansyah.

Ketika ditanyai terkait proses pengadaan becak sampah oleh CV RU, Korkot KOTAKU menyebut pihaknya (fasilitator) hanya memfasilitasi dana masuk ke semua sasaran. Gampong dan lembaga BKM sebagai perencana kegiatan dan dilaksanakan oleh KSM.

“Semua proses ada di gampong. Semua becak tidak bodong karena ada faktur pembelian dan sebagian sudah ada STNK” kata Fitriyansyah.

Editor : Nafrizal
Rubrik : Hukum
Desriadi Hidayat

Komentar

Recent Posts

Polisi Tangkap Pelaku Pemerasan Wisatawan di Bukit Lamreh

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Personel Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Mesjid Raya telah mengamankan satu…

1 hari ago

Selundupkan 77 Satwa Dilindungi ke Thailand, AS Divonis 3 Tahun

Analisaaceh.com, IDI | Pengadilan Negeri Idi menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada terdakwa berinisial AS…

1 hari ago

Pemerintah Aceh Minta Dana Otsus Diperkuat Lewat UUPA

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh mendorong penguatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dalam revisi Undang-Undang…

1 hari ago

Ketua PPIH Aceh: Sebanyak 784 Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, menyampaikan sebanyak…

1 hari ago

BBPOM Aceh Ingatkan Apotek Patuhi Izin dan Jalur Obat

Analisaaceh.com, Sinabang | Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh, Riyanto,…

1 hari ago

Bupati Safaruddin Minta Pejabat Eselon II Abdya Segera Kuliah S-2

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia…

3 hari ago