Categories: NEWS

Polisi Ungkap Kasus Perdagangan Orang Bermodus Prostitusi di Aceh Tengah

Analisaaceh.com, Takengon | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Tengah menangkap seorang pria yang diduga sebagai tersangka kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Tersangka berinisial IW alias OLA (25) warga kampung Umang Kecamatan Bebesan ini ditangkap di parkiran salah satu hotel dalam Kabupaten Aceh Tengah pada Kamis (12/10/2023) sekira pukul 20.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah, Iptu Andika Ardiansyah mengatakan, penangkapan terhadap tersangka IW berawal dari informasi yang diperoleh pihaknya bahwa ada aktivitas TPPO di Aceh Tengah.

“Dalam mengungkapkan kasus TPPO tersebut, kita memakai jasa informan untuk melakukan penyamaran sebagai orang yang akan memesan jasa wanita pekerja seks komersial dengan tarif disepakati Rp1 juta,” ungkap Iptu Andika Ardiansyah saat dikonfirmasi Analisaaceh.com, Rabu (25/10/2023).

Setelah menyepakati tarif dan tempat pertemuan di salah satu hotel di Aceh Tengah, sebut Andika, kemudian sekitar pukul 20.00 WIB IW mengantarkan wanita berinisial SS kepada informan tersebut dan saat tiba di parkiran hotel pihaknya langsung mengamankan IW.

“Saat dilakukan pengecekan handphone tersangka IW, kita menemukan ada percakapan dugaan telah terjadi TPPO dan bukti transaksi uang sebagai penyedia wanita PSK tersangka IW beserta barang bukti langsung kita amankan,” terangnya.

Menurut pengakuan tersangka IW, kata Andika, dirinya telah menjalani pekerjaan sebagai mucikari sejak tahun 2021, dengan jumlah wanita yang dipekerjakan sebanyak 10 orang dengan usia mulai 23 sampai 30 tahun.

Para PSK tersebut, tambahnya, masing-masing berinisial SS, AN, EV, FTR, JM, AY, KS, LN, DL dan MS. Mereka merupakan warga Aceh Tengah.

“Tersangka IW mendapatkan keuntungan bervariasi dari masing-masing PSK tersebut mulai dari Rp100 ribu hingga Rp200 untuk sekali kencan,” katanya.

Dalam menjalankan aksinya, kata Andika, tersangka IW tidak menjajakan wanita secara terbuka dan kerap berpindah-pindah bukan di satu tempat.

“Atas perbuatannya, tersangka IW akan dikenakan Pasal 2 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman dipidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun serta terancam pidana denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta,” ujarnya.

“Saat ini tersangka IW telah ditahan di Rumah Tahanan Polres Aceh Tengah untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Ahlul Zikri

Komentar

Recent Posts

Ancam Siram Istri dengan Air Keras, Pria di Banda Aceh Ditangkap Polisi

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang pria berinisial NUR (49), warga Desa Setui, Kecamatan Baiturrahman, Banda…

3 jam ago

Istri Sah dan Warga Gerebek Ketua DPRK Nagan Raya di Rumah Dinas

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya berinisial MRR diduga…

2 hari ago

500 Muge Eungkot di Abdya Terima Bantuan Cool Box dan Jas Hujan

Analisaaceh.com, Blangpidie | Sebanyak 500 pedagang ikan keliling atau muge eungkot di Kabupaten Aceh Barat…

2 hari ago

45 Warga Aceh Jaya Dilatih Olah Lele Jadi Produk Bernilai Jual

Analisaaceh.com, Calang | Sebanyak 45 warga Desa Alue Jang dan sekitarnya mengikuti pelatihan inovasi pengolahan…

2 hari ago

Kabel Listrik Menjuntai di Perkantoran Abdya Belum Ditangani PLN

Analisaaceh.com, Blangpidie | Kabel listrik yang diduga milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan…

2 hari ago

Diduga Jual Solar Subsidi, Sopir Dump Truck Terancam 6 Tahun Bui

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Personel Unit III Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Banda Aceh…

3 hari ago