Categories: NASIONALPERISTIWA

Riau Forest Watch, Sebut PT. Adei Jadi Biang Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau

Analisaaceh.com – Pekanbaru | Direktur  Riau Forest Watch yang merupakan Lembaga Pengawas dan Pemantau Hutan Riau Zuenfri Sabara, S.IP menyebutkan  bahwa ada 4.25 Ha lahan PT. Adei Plantation and Industry yang masuk area isolasi dan telah ditutup untuk dilakukan investigasi  oleh pihak berwenang dan menjadi biang kebakaran hutan di Riau.

Menurutnya  ada area hotspot yang mempengaruhi 2,8 hektare dari 14.400 hektare perkebunan yang dikelola oleh anak perusahaan PT Adei Plantation and Industry yang lahannya terbakar.

“Ada 2,8 hektare dari 14.400 hektare perkebunan yang dikelola PT. Adei Plantation and Industry  terbakar dan masuk dalam tingkat  penanganan serius oleh pihak berwajib” katanya saat diwawancarai awak media Minggu (15/9/2019).

Ia mengungkap, ini bukan pertama kalinya (PT Adei,red) mengalami masalah dengan pihak berwenang atas kebakaran hutan.

Seperti diberitakan beberapa media pada 2014 (PT Adei,red) didenda Rp 1,5 miliar, sedangkan manajer umum perusahaan yang merupakan warga Malaysia dijatuhi hukuman penjara satu tahun karena menyebabkan kebakaran hutan di Indonesia yang memicu kabut besar di Malaysia dan Singapura, dia juga didenda Rp2 miliar.

“(PT. Adei,red) inilah biang dari kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, seharusnya mereka itu jera membakar lahan, saya berharap kepada pemerintah Provinsi Riau dan Kapolda Riau secepatnya betindak tegas dan memberi hukuman yang setimpal kepada perusahaan tersebut serta membatasi izin HGU milik PT. Adei Plantation and Industry kalau perlu dicabut izinnya supaya tidak beroperasi di Riau,” ungkap Zuenfri Sabara, S.IP yang merupakan Aktifis lingkungan ini.

Dijelaskannya lagi, ia juga meminta Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Pemprov Riau, dan Kapolda Riau harus bisa memberikan langkah kongkrit persoalan kebakaran hutan dan lahan di Riau ini.

“KLHK dalam wewenangnya harus memberikan dan mencari solusi mengenai kabut asap di Riau, jangan beri ruang kepada korporasi yang terlibat pembakaran lahan, harus ada langkah kongkrit dong, Menteri Siti jangan tutup mata, serta Gubernur Riau “Syamsuar” jangan diam ditempat, mana janji-janjinya dulu, Syamsuar pernah berjanji akan bertindak tegas terhadap korporasi yang terlibat membakar lahan, dan Kapolda Riaupun harus bisa menyelidiki permasalahan ini semua,”tutupnya.***red/rfm

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Pakar Komunikasi Politik UINSUNA: BRA Harus Jadi Orkestrator Pembangunan

Analisaceh.com, Aceh Utara | Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Rizqi Wahyudi,…

6 jam ago

USK Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Mubadala Energy

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Universitas Syiah Kuala (USK) menjajaki kerja sama strategis dengan Mubadala Energy…

9 jam ago

Program Bangga Kencana Jadi Strategi BKKBN Aceh Tekan Angka Stunting

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh menggelar fasilitasi…

9 jam ago

Kepala BPN Abdya: Sertifikat Tanah Wakaf Cegah Sengketa Aset Umat

Analisaaceh.com, Blangpidie | Kepala Kantor Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aminah menegaskan…

9 jam ago

Mujiburrahman Dilantik sebagai Rektor Periode UIN Ar-Raniry 2026–2030

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag resmi kembali dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry…

9 jam ago

DSI Aceh Matangkan 56 Kafilah Hadapi MTQ Nasional XXXI 2026

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sebanyak 56 peserta terbaik yang akan membawa nama Aceh pada Musabaqah…

23 jam ago