Tahun 2020, Pemerintah Aceh Bangun 4.042 Unit Rumah Layak Huni

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh, T. Mirzuan, didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto menyerahkan rumah layak huni kepada keluarga Abd Rahman Ilyas di Gampong Blang Tambue, Simpang Mamplam, Bireuen, Rabu (21/10/2020).

Analisaaceh.com, Bireuen | Pemerintah Aceh melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), membangun 4.042 unit rumah layak huni di seluruh Aceh. Pembangunan itu dilakukan dianggarkan melalui APBA tahun anggaran 2020.

Kepala Dinas Perkim Aceh, T. Mirzuan, mengatakan pembangunan rumah layak huni kepada masyarakat kurang mampu itu merupakan salah satu program prioritas pemerintah Aceh. Program itu dipandang efektif dalam rangka mengurangi kemiskinan dan memeratakan pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Karena itu pemerintah Aceh melalui Dinas Perkim kembali memprogramkan kegiatan serupa di tahun 2021, di mana pada tahun depan sebanyak 4.300 unit rumah akan kembali dibangun.

“Hari ini kita menyerahkan secara simbolis untuk masyarakat di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen,” kata Mirzuan, Rabu (21/10).

Di Pidie, sebanyak 381 masyarakat mendapatkan rumah, di Pidie Jaya pembangunan dilaksanakan sebanyak 80 unit dan 460 penerima berada di Kabupaten Bireuen.

Mirzuan berharap masyarakat yang mendapatkan bantuan rumah tersebut bisa memanfaatkannya dengan baik. “Mereka kini tidak harus memikirkan lagi pembangunan rumah, tinggal fokus cari rezeki buat keluarga,” kata dia.

Senada dengan Mirzuan, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, menyebutkan program Aceh Seuniya, program prioritas Pemerintah Aceh untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.

“Rumah layak huni yang merupakan salah satu dari 15 program unggulan Pemerintah Aceh (Aceh Seuniya), terus dibangun di seluruh kabupaten dan kota di Aceh dengan tujuan memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan,” kata Iswanto.

Di tahun kata Iswanto, Pemerintah Aceh juga telah membangun 4.007 rumah layak huni untuk masyarakat miskin dan dhuafa. Iswanto berharap, pembangunan rumah layak huni itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan di Aceh.

“Program pengentasan kemiskinan ini insya Allah akan terus digalakkan oleh pemerintah Aceh. Karena ini bentuk kerja nyata yang manfaatnya langsung dirasa masyarakat,” kata Iswanto.

Abd Rahman Ilyas Warga Gampong Blang Tambeu Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen, berterimakasih atas kepedulian pemerintah Aceh, membantu membangunkan rumah layak huni bagi mereka. Dia bersyukur, rumah permanen yang idam-idamkan akhirnya kokoh berdiri.

“Terima kasih, rasa syukur saya kepada bapak gubernur yang dengan ikhlas hati beliau telah membantu kami,” kata Abd Rahman.

Keuchik Gampong Blang Tambeu, Azwar, menyebutkan banyak masyarakatnya yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Karena itu, ia menilai penempatan pembangunan rumah di gampong yang ia pimpin sangatlah tepat.

“Masih banyak warga kami yang hidup di bawah garis kemiskinan. Jadi saya rasa program ini sangat baik, dan kalau bisa berkelanjutan,” kata Azwar.

Senada dengan Azwar, Bahraini Saad, warga Gampong Raya Padang Tiji Kabupaten Pidie mengatakan, pembangunan rumah layak huni telah sangat membantu keluarganya. Apalagi selama ini ia dan suami tinggal di rumah yang hampir ambruk.

“Sebelumnya saya tinggal di jambo tireh gubuk yang bocor,” kata Bahraini. Telah banyak pihak yang datang menawarkan rumah bantuan kepada dirinya, namun rumah yang dijanjikan urung terbangun.

“Alhamdulillah telah dibantu oleh Allah. Selama ini saya sabar, terima kasih Pak Gubernur Aceh,” kata Bahraini. []

Editor : Nafrizal
Rubrik : NEWS
Komentar
Artikulli paraprakUpaya Pemko Banda Aceh Atasi Kesenjangan Gender di Dunia Politik
Artikulli tjetërWali Kota Banda Aceh Resmikan Restoran Berkonsep Kebun Hidroponik