Categories: NEWS

21 PNS UIN SUNA Lhokseumawe Resmi Dilantik, Menag Tekankan ASN Berakhlak dan Berintegritas

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Sebanyak 21 Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tahun 2024 di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dan mengambil sumpah jabatan pada Kamis (21/5/2026). Prosesi berlangsung secara hybrid di Aula Lantai 3 Gedung Biro Rektorat UIN SUNA dan terhubung langsung dengan pelantikan serentak 16.138 PNS Kementerian Agama RI di tingkat nasional.

Pelantikan di lingkungan UIN SUNA dipimpin langsung Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., serta dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari Wakil Rektor I dan II, Direktur Pascasarjana, para dekan fakultas, kepala lembaga, hingga ketua jurusan.

Agenda nasional pelantikan dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi Kementerian Agama RI, Jakarta, dan dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dalam arahannya, Menag menegaskan ASN Kementerian Agama tidak cukup mengandalkan profesionalisme kerja, tetapi juga harus memiliki karakter akhlak dan nilai spiritual yang kuat dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Ada air mata yang mengucur dalam doa di sepertiga malam untuk keberhasilan kalian. Jangan pernah melupakan rasa terima kasih kepada orang tua, dan balaslah kebaikan mereka dengan tidak melakukan hal-hal yang tidak diridhai,” ujar Nasaruddin Umar.

Menag mengingatkan ASN baru agar menjaga integritas, amanah, dan keikhlasan dalam bekerja. Menurutnya, ASN Kementerian Agama harus memegang prinsip “ikhlas dan mukhlis”, yakni bekerja tulus tanpa mengharapkan pujian manusia.

“Prinsip mukhlis yaitu sedih ketika kebaikannya diketahui orang lain, karena segala kebaikan hanya untuk diketahui Allah semata,” katanya.

Selain keikhlasan, Nasaruddin Umar menekankan pentingnya kesabaran, sikap tawadhu, ihsan, qana’ah, amanah, dan hikmah sebagai fondasi moral ASN Kementerian Agama. Nilai tersebut dirangkum dalam akronim ISTIQAMAH yang menurutnya menjadi pedoman penting untuk membangun karier dan pengabdian yang baik.

“Sebagai ASN Kementerian Agama selain prinsip akhlak yang disampaikan dalam pelatihan-pelatihan, akuntabel yang harus kita jaga, semuanya serba eksak, komprehensif, tepat, kompeten, adaptif, akhlak. Tapi khusus untuk Kementerian Agama, saya ingin mengingatkan. Kalau ingin berhasil karirnya, lakukanlah apa yang saya istilahkan dengan ISTIQAMAH,” tuturnya.

Menag menjelaskan, ISTIQAMAH mencakup nilai Ikhlas, Sabar, Tawadhu, Ihsan, Qana’ah, Amanah, Akhlak, dan Hikmah. Menurutnya, qana’ah menjadi benteng moral agar ASN merasa cukup atas apa yang dimiliki dan terhindar dari perilaku koruptif, sedangkan amanah akan melahirkan ketenangan dalam menjalankan tugas.

Ia juga mengingatkan bahwa ASN Kementerian Agama memikul tanggung jawab moral yang besar di tengah masyarakat karena melekat dengan simbol dan nilai agama.

“Jam kerja ASN Kementerian Agama di masyarakat itu 24 jam. Ke mana pun berada, saudara tetap membawa simbol agama,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Menurutnya, Menag berhasil menghadirkan budaya birokrasi yang humanis, berintegritas, serta tetap berlandaskan nilai moral dan spiritualitas.

“Beliau bukan hanya pemimpin birokrasi, tetapi juga figur teladan ASN yang menghadirkan integritas, kesederhanaan, dan nilai moral dalam pelayanan publik,” ujar Prof. Zudan.

Ia menyebut Menteri Agama sebagai figur yang menunjukkan capaian tertinggi dalam dunia akademik dan birokrasi pemerintahan sehingga layak menjadi inspirasi bagi ASN Indonesia.

“Prof. Nasaruddin Umar merupakan contoh teladan yang sempurna di berbagai bidang. Secara pendidikan dan jabatan fungsional, beliau telah mencapai jabatan tertinggi yaitu guru besar. Di bidang struktural, beliau telah teruji di berbagai posisi hingga mencapai jabatan Menteri Agama pada saat ini,” kata Prof. Zudan.

Menurutnya, ASN Indonesia tidak cukup dituntut cerdas dan profesional, tetapi juga harus memiliki akhlak, integritas, serta kepedulian sosial dalam pelayanan kepada masyarakat.

“ASN tidak hanya dituntut cerdas dan profesional, tetapi juga harus memiliki akhlak, integritas, dan kepedulian sosial. Keteladanan seperti inilah yang dibutuhkan birokrasi Indonesia hari ini,” katanya.

Di lingkungan UIN SUNA Lhokseumawe, pengangkatan PNS disambut penuh rasa syukur oleh para pegawai yang dilantik. Salah satu dosen yang diangkat menjadi PNS, Riza Mirza, menyebut status baru tersebut menjadi amanah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di kampus.

“Sebagai dosen, kami memiliki tanggung jawab untuk membina, membimbing, dan mendidik mahasiswa secara adaptif dan inovatif sesuai perkembangan zaman. Amanah ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengabdian,” ujar Riza Mirza.

Sementara itu, tenaga kependidikan yang diangkat sebagai Statistisi Ahli Pertama, Mimi Salwana, mengaku proses menuju pengangkatan PNS diwarnai perjuangan panjang dan rasa cemas.

“Perjalanannya penuh perjuangan, deg-degan juga selama proses ini. Alhamdulillah akhirnya diangkat menjadi PNS. Ke depan saya berharap dapat bekerja dan mengabdi dengan baik untuk bangsa dan negara,” kata Mimi Salwana.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Jembatan Mancang Riek Abdya Kembali Dibangun Usai 10 Tahun Mangkrak

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pembangunan jembatan Mancang Riek yang berada di kawasan Gampong Tangan-Tangan Cut, Kecamatan…

6 jam ago

55 Produk UMKM Abdya Kantongi Sertifikat Halal MPU Aceh

Analisaaceh.com, Blangpidie | Sebanyak 55 produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh…

6 jam ago

Mualem Surati Presiden soal Blok Andaman, Ini Empat Poin Usulan Pemerintah Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh mengungkap empat poin utama yang disampaikan Gubernur Aceh, Muzakir…

6 jam ago

Jika Besok Nihil, Pencarian Korban Ombak Ujong Manggeng Dihentikan

Analisaaceh.com, Blangpidie | Tim gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap seorang remaja bernama Maida Fitri (12),…

6 jam ago

Polisi Ungkap Kronologi Kebakaran Penampungan Minyak Aceh Timur

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kepolisian mengungkap kronologi insiden kebakaran yang terjadi di penampungan minyak hasil…

1 hari ago

Perumdam Tirta Abdya Gratiskan Voucher Sembako untuk Pelanggan Baru

Analisaaceh.com, Blangpidie | Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)…

1 hari ago