Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Satu keluarga di Ulee Madon Aceh Utara

ANALISAACEH.com | Aceh Utara – Penyidik Polres Lhokseumawe menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga di lokasi kejadian atau di sebuah rumah yang berada di sisi jalan negara Banda Aceh – Medan Desa Ule Madon, Kec. Muara Batu, Aceh Utara. Rekonstruksi digelar untuk mengetahui detail bagaimana tersangka Aidil Ginting (40) menghabisi nyawa istrinya Irawati (35) dan dua anak tirinya, Zikra (14) dan Yazir (2). Rekontruksi yang digelar Selasa (23/7) dikawal ketat personel Polres Lhokseumawe dibantu TNI dan Brimob.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Indra T. Herlambang, S.Ik mengatakan, dalam rekonstruksi itu tersangka memperagakan 20 adegan. Namun ada beberapa adegan yang tidak sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan akan disesuaikan nantinya.

“Namun secara garis besar kita sudah melihat fakta perbuatan tersangka lebih jelas daripada keterangannya dalam BAP, ada beberapa keterangan berubah saat dilakukan rekonstruksi,” jelasnya.

Ada pun fakta baru, pada saat tersangka menikam korban dari belakang, ketika BAP tersangka tidak ingat menikam korban saat kapan, tetapi pada saat rekonstruksi terungkap bahwa tersangka menusuk korban ketika terjatuh.

AKP Indra menjelaskan, ketika tersangka diserang oleh korban dan tersangka menangkap tangan kiri korban (istrinya) karena tersangka sudah memegang senjata tajam.

“Berarti ini harus dirumuskan lagi ketika tersangka mengaku bela diri, mungkin bela diri itu ketika si tersangka belum memegang senjata tajam berupa pisau tersebut,” imbuhnya.

Setelah rekonstruksi ini, kata Indra, penyidik akan melakukan ekspose perkara dengan pihak Kejaksaan Negeri Lhokseumawe untuk selanjutnya dirumuskan perbaikan–perbaikan yang perlu dilakukan dalam Berita Acara Pemeriksaan sehingga berkas penyidikan rampung dan dapat dilimpahkan secepatnya kepada kejaksaan.

“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa penanganan perkara ini penyidik benar–benar menanganinya dengan profesional. Saya minta masyarakat untuk memberikan dukungan dan tidak perlu melakukan reaksi terlalu berlebihan. Percayakan kasus ini kepada pihak kepolisian dan perkara ini akan diselesaikan secepat mungkin,” pungkasnya.

Sebelumnya heboh diberitakan kasus pembunuhan ibu dan dua orang anaknya oleh tersangka yang tak lain suami korban sendiri. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada 7 Mei 2019 lalu. (hidayat)

Desriadi Hidayat

Komentar

Recent Posts

Diduga Gelapkan Sepmor Yamaha NMAX Milik Warga Kuala Batee, Pria Asal Babahrot Abdya Ditangkap Polisi di Nagan Raya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) seorang…

19 jam ago

Kelas Darurat SDN 10 Linge Aceh Tengah Mulai Digunakan, Sebagian Siswa Tak Lagi Belajar di Tenda

Analisaaceh.com, Aceh Tengah | Sebagian siswa SD Negeri 10 Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kini tidak…

20 jam ago

Bupati Safaruddin Sentil Kontribusi Dua Anggota DPRA Asal Abdya, Pastikan Tak Ada Pokir di APBK 2027

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, menegaskan komitmen pemerintah daerah mendorong pemerataan…

22 jam ago

Diduga Sopir Mengantuk, Pikap Tabrak Pembatas di Tol Sigli–Banda Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sebuah mobil pikap Isuzu Traga bernomor polisi BL 8235 DN mengalami…

22 jam ago

Safaruddin Launching My-Tirta Abdya, Perumdam Klaim Pertama di Aceh Masuk Play Store

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin melaunching aplikasi My-Tirta Abdya milik Perusahaan…

2 hari ago

Bupati Safaruddin: Perusahaan Tambang dan PMKS yang Abaikan CSR Akan Dibekukan Izin dan Diusir dari Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, mengeluarkan ultimatum keras kepada seluruh perusahaan…

2 hari ago